Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Tanaman Yang Bisa di Tanam Secara Hidroponik

hidroponik, tanaman hidroponik, tanaman
Hidroponik. Foto :bibitbunga.com

Tanaman Hidroponik

Sebelum membahas, apa saja sih tanaman yang bisa di tanam secara hidroponik, sebaiknya kita harus tau dulu apa yang di maksud dengan bertanam secara atau dengan metode hidroponik. Yang belakangan sangat populer bagi kalangan petani, meskipun masih banyak yang belum tahu mengenai hidroponik atau mungkin masih belum tahu tanaman apa saja yang sebenarnya bisa di tanam dengan cara hidroponik.

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit di bandingkan dengan kebutuhan air pada budidaya tanaman menggunakan tanah. Namun bercocok tanam secara hidroponik bukan berarti 100% tanpa menggunakan tanah, ada juga yang menggunakan tanah sebagai media penahan akar tanaman.

Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air, dan ponik yang berarti kerja, dengan pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Sedangkan secara Etimologi hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air, dan ponik yang berarti daya. Jadi bisa di simpulkan bahwa hidroponik yaitu bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. (sumber id.wikipedia.org). 

Nah di atas sedikit pengertian mengenai hidroponik, dan disini saya tidak membahas secara detail. Selanjutnya apa saja sih tanaman yang bisa di tanam secara hidroponik. .? berikut ulasannya :

1. Selada
jika kita mencari di google pasti banyak yang merekomendasikan selada untuk di jadikan tanaman hidroponik. Ini di karenakan selada memiliki akar serabut, dengan memiliki daun yang hijau. Sehingga memungkinkan untuk di lakukan penanaman secara hidroponik. Selain itu, tanaman selada juga merupakan tanaman yang harus di berikan nutrisi yang cukup agar pertumbuhannya tidak mengecewakan. 

2. Sawi
Tidak jauh berbeda dengan selada, tanaman sawi juga sangat cocok di tanam secara hisroponik. Selain harga bibit yang tergolong murah, perawatan sawi juga lebih mudah. Cara penanaman sawi ataupun selada secara hidroponik, tidak di anjurkan untuk merendam seluruh batang sawi atau selada, cukup hanya bagian akar saja yang mengenai air, supaya nutrisi yang ada di air cepat terserap.

3. Kangkung
Untuk tanaman sayur yang satu ini, bisa di katakan tanamam yang amat sangat mudah untuk di lakukan penanaman secara hidroponik. Bahkan jika anda ingin membuat hidroponik kangkung dari biji pun bisa anda lakukan.

Baca : Cara memanam kangkung secara hidroponik

4. Tomat
Tomat bisa di tanam dengan cara hidroponik, namun harus ada media tanah yang di gunakan untuk menahan pohon tomat agar tidak tumbang. Karena pohon buah tomat yang bisa bertumbuh besar dan ketika berbuah akan membuat tanaman tersebut harus menahan beban. Jadi sebaiknya gunakan tanah humus atau kompos untuk membuat akar tanaman tomat lebih kuaat menopang batang dan buahnya.

5. Mentimun
Meskipun mentimun bisa di tanam secara hidroponik, namun untuk perawatan mentimun sendiri lebih susah, karena tanam ini yang bersifat menjalar dan mengharuskan untuk di beri ranting atau kayu untuk menjalarkan tanam tersebut. Sehingga, meskipun bisa di lakukan secara hidroponik, mentimun jarang sekali di tanam dengan metode ini.

6. Bawang Merah
Pernah melihat hidroponik bawang merah..?? sepertinya mustahil untuk di lakukan penanaman secara hidroponik untuk bumbu dapur yang satu ini. Tapi jangan salah ya, menanam bawang merah dengan hidroponik memang bisa di lakukan. Biasanya banyak dari para petani menggunakan paralon sebagai media tanam untuk bawang merah. Dan para petani juga kebanyakan memanfaatkan daun bawangnya untuk di jadikan penghasilan utama.

7. Cabe
Ternyata tanaman cabe juga bisa di lakukan dengan cara hidroponik. Namun metodenya harus menggunakan tanah juga sebagai penopang akar tanaman. hampir sama seperti tomat, cabe juga memiliki batang yang besar, dan buah yang lebat, sehingga akar tanaman harus kuat menopang batang tanaman agar tidak tumbang. Sehingga di anjurkan untuk menggunakan tanah kompos sebagai media tambahan.

Teknik penanaman secara hisroponik, memang berbeda sekali dengan penanam biasa atau yang menggunakan tanah. Jadi di butuhkan bekal yang cukup mengenai teknik penanaman dan perawatan tanaman secara hidroponik. Jika anda tidak sungkan, anda bisa belajar di salah satu websait yang membahas mengenai teknik cara berbudidaya tanaman secara hidroponik di agroteknologi.web.id
Dan sumber artikel di atas di ambil dari beberapa referensi website dan blog yang membahas mengenai hidroponik.

Baca juga : Cara Menanam Cabe Dalam Polybag atau Karung

Sekian semoga artikel tersebut bermanfaat. terima kasih...

Cara Menanam Cabe Rawit Dalam Polybag Atau Karung

menanam cabe dalam polybag, cara menanam cabe
Cabe Rawit Dalam Polybag : blogtanaman .com

Cara Menanam Cabe Rawit

Cabe rawit (Capsicum frutescens) yang di kenal juga dengan nama thai papper atau bird's eye chili (inggris), merupakan tanaman perdu dari family solanaceae dan genus capsicum. Namun ada ahli botani yang menebut cabe rawit sebagai kultivar dari Capsicum Annuum (cabe merah).

Cabai (cabe) adalah tanaman yang buahnya di jadikan sebagai tambahan bumbu masakan dengan rasa pedas dengan skala Scoville atau tingkat kepedasan yang tinggi. Namun cabe bukanlah satu-satunya bumbu masakan yang bisa membuat pedas sebuah masakan, ada beberapa tumbuhan yang juga menghasilkan buah yang pedas. Seperti merica.

Cabe merupakan tanaman dengan komoditas dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi, bahkan di pasaran harga cabe dalam 1 kilogram bisa mencapai angka Rp 90.000. Atau bahkan jika cabe sedang langka, maka harga cabe bisa di atas harga tersebut. Harga yang setara dengan harga 1 kilo daging sapi.

Namun, kita tidak membahas mengenai harga ya, melain kan bagai mana cara menanam cabe, dan kali ini khusus untuk cabe rawit yang di tanam dengan media polybag. Sebenarnya cabe rawit atau pun cabe besar, cara penanamannya tidaklah jauh berbeda, hanya saja pemeliharaan yang sedikit ada perbedaan meskipun tidak terlalu signifikan.

Persiapan Menanam Cabe

Ada beberapa langkah yang harus di lakukan, supaya kita bisa benar-benar menanam cabe dengan baik dan semoga bisa memperoleh hasil yang maksimal.
Tahap yang harus di lakukan adalah :

1. Pemilihan Biji
Dalam hal ini, pemilihan biji cabe yang baik, tentu menjadi prioritas karena biji yang bagus akan menghasilkan pohon cabe yang baik pula. Untuk menyeleksi biji cabe, biji cabe yang sudah di keluarkan dari kulit cabe rendam dengan air hangat kuku. Diamkan selama 60-90 menit.

Dan biji yang mengambang sebaiknya di pisahkan dengan biji yang tenggelam. Ini di karenakan biji yang mengambang biasanya akan menjadi benih yang kurang baik, bukan berarti yang mengambang tidak bisa tumbuh ya, hanya saja ketika tumbuh benih cabe tersebut biasanya kerdil atau cacat.

2. Penyemaian Benih
Setelah selesai memilih biji yang baik, tahap selanjutnya yaitu penyemaian biji cabe. Penyemaian biji cabe ini, bisa di lakukan di baki, atau petakan tanah. 
Untuk menyemai, di baki atau petakan tanah, campurkan kompos dengan tanah dengan ukuran 50:50, setelah itu aduk hingga rata. 

Tebarkan biji cabe tersebut, lalu tutupi dengan dedaunan yang kering. Atau anda bisa menyemai di tempat yang teduh, jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung. Anda juga bisa menggunakan karung basah untuk menutupi semaian tersbut namun jangan sampai menempel ke tanah.

Setelah 1 (satu) minggu, bibit cabe sudah mulai tumbuh, namun jangan langsung di pindah. Buka penutup semaian, jika anda menggunakan daun kering, maka singkirkan daun yang menghalangi pertumbuhan biji. Setelah itu tutup kembali dengan plastik atau ranting-ranting daun dengan jarak yang agak tinggi sekitar 50-60 senti, supaya bibit tersebut tidak tekena panas yang belebih atau guyuran air hujan.

Biarkan bibit tersebut selama 3-4 minggu atau hingga bibit mempunyai 4-5 helai daun, baru setelahitu anda bisa memindahkan ke dalam polybag atau karung/goni.

3. Menyiapkan Media Tanam
Media tanam yang harus di persiapkan adalah campuran kompos tanah, pupuk kandang, 3 sendok pupuk NPK, sekam padi, arang sekam. Jika tidak mempunyai sekam padi anda juga bisa menggunakan sabut kelapa. Campur media tersebut, jika bingung buat saja ukuran tersebut sama rata.

4. Pemindahan Bibit
Setelah persiapan media tanam selesai, selanjutnya pemindahan bibit cabe yang sudah cukup umur tersebut. Buatlah lubang sedalam 5-7 Cm untuk memasukkan bibit, dan masukkan bibit.
Pencabutan bibit cabe, jangan sampai merusakan akar apalagi membuat patah akar, tentu ini akan menjadi kendala bagi pertumbuhan bibit cabe. Ikut sertakan tanah tempat penyemaian tersebut dengan bibit yang tersangkut di akar. Ini untuk menghindari tingkat stres tanamaan saat di pindahkan. Lakukan pemindahan pada pagi atau sore hari, agar tidak terlalu terik bagi bibit yang menjadikan bibit semakin stres. 

Setelah selesai, langkah selanjutnya adalah perawatan. Nah untuk tahap penanaman, sudah selesai akan di lanjutkan dengan informasi mengenai perawatan cabe pada next artikel.
Sekian semoga bermanfaat....

Cara Menanam Kangkung Secara Hidroponik di Pekarangan Rumah

hidroponik kangkung, hidroponik, kangkung
Kangkung HidroPonik

Hidroponik Kangkung 

Sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi kita mendengar kata hidroponik. Tapi sedikit mengulas bagaimana cara menanam kangkung secara hidroponik, nah khususnya untuk di area pekarangan rumah. 

Anda bisa melihat gambar di atas, mungkin sedikit banyak sudah terfikirkan bagaimana cara menanam hidroponik kangkung apalagi untuk di area yang sempit. Banyak sekali sebenarnya yang sudah menerapkan hidroponik untuk tanaman, karena selain simple juga tidak perlu pekarangan yang luas.

Ok di mulai tahapan untuk menanam kangkung secara hidroponik di pekarangan rumah :

- Peralatan dan Bahan

1. Baki ( keranjang Besek plastik )
2. Bekas Kaleng Cat
3. Bibit Kangkung
4. Air Nutrisi
5. Air Bersih Biasa

Cukup simple bukan, ..?? peralatan yang bisa kita gunakan untuk menanam kangkung memang terbilang sangat mudah, ini juga di karenakan kangkung memang sayuran tanam yang mudah untuk hidup dan beradaptasi. Dan tidak begitu banyak memakan pupuk.

Bagi perorangan atau bagi ibu rumah tangga, bisa bercocok tanam sendiri tentu menjadi hal yang menarik, bukan hanya menanam bunga namun mampu menanam sayuran juga hal yang unik. Nah bagi ibu-ibu IRT anda bisa menggunakan cara berikut ini untuk menanam sayuran kangkung di pekarangan rumah anda.

- Cara Pembuatan Hidroponik

Tahapan yang harus anda lalui sebagai berikut :
- Masukkan benih kangkung 2-3 sendok, kedalam air bersih.
Rendam benih atau biji kangkung tersebut selama satu malam, dan cukup di rendam di air biasa atau air bersih, pilih benih yang tenggelam saja dan buang benih yang mengambang karena benih yang mengambang tidak memilki ketahan untuk membuat kecambah. 

Setelah di rendam, masukkan benih tersebut di dalam baki yang di masukkan ke dalam bekas cat kaleng yang berisi air bersih. Namun perlu di ingat bahwa membuat hidroponik bukan berarti merendam seluruh tanaman kedalam air. 

Jadi pastikan hanya akar saja yang menyentuh air, jika anda menggunakan baki maka alasi baki dengan kain atau busa, kemudian letakkan benih di atasnya, dan letakkan baki tersebut kedalam cat kaleng yang berisi air hingga menyentuh kain atau busa tersebut. Sehingga benih mendapat air yang meresap lewat kain atau busa, jika air berkurang maka tambahkan secukupnya.

- Tunggu hingga benih kangkung mulai pecah
Setelah benih kangkung mulai terlihat memecah, maka segera buang air bersih yang ada di dalam kaleng cat tersebut. Ganti dengan air nutrisi ABMix sebanyak 400 PPM. Dan ingat air juga harus menyentuh kain, jadi isi air nutrisi secukupnya.

Setelah umur kangkung sudah berusia lebih dari satu minggu, maka tambahkan nutrisi hingga 800 ppm, jumlah air tetap sama namun cukup tambahkan nutrisi saja. Jika anda kesulitan dalam mencari nutrisi ABMix, maka ada alternatif lain untuk menggantikan nutrisi tersebut.

Anda bisa menggunakan kotoran hewan, seperti kotoran ayam atau sapi. Caranya ambil kotoran ayam atau sapi yang sudah mengering, kemudian masukkan kedalam ember kecil, kemudian haluskan dengan cara di tumbuk. Setelah itu masukkan air dan di aduk sampai tercapur rata.

Setelah itu baru anda masukkan ke dalam kaleng cat tersebut sebagai nutrisi untuk tanaman hidroponik anda. Memang jika menggunakan pupuk kotoran hewan sedikit menjijikkan, tapi jangan salah ya nutrisi yang di kandung di dalam kotoran hewan tersebut juga sangat bagus untuk tanaman.

Dan sekarang kita tunggu saja sampai kangkung siap untuk di panen. Tertarik untuk bercocok tanam..?? mungkin cara di atas bisa menjadi salah satu alternatif untuk anda di rumah.

Baca Juga : Cara menanam Pohon Pisang Yang Baik dan Benar

Sekian terima kasih...

Cara Menanam Pisang Agar Mendapat Hasil Yang Maksimal

pohon pisang, cara menanam pisang, tanaman pisang
Tanaman Pisang

Cara Menanam Pisang

Pada dasarnya, menanam pisang tidak lah begitu sulit, karena pisang sendiri merupakan salah satu tuumbuhan yang mampu hidup di bermacam iklim. Di musim panas pun, pisang mampu hidup ketika kita tanam, namun hasilna mungkin yang menjadi tidak maksimal.

Nah, kali ini saya akan membahas bagaimana menanam pisangdengan baik, supaya nanti kita juga akan mendapatkan hasil yang maksimal juga. Akan tetapi yang paling anda harus perhatikan adalah perawatan tanaman pisang tersebut.

Jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan, tentu harus di barengi dengan perawatan yang baik dan benar juga. Akan tetapi, itu akan saya bahas pada next post ya. 

Untuk menanam pohon pisang, Ada beberapa langkah :

- Perhatikan bibit

Untuk menanam pohon pisang, bibit yang baik tentu menjadi pilihan yang utama, jika kita sembarangan memilih bibit, tentu akan menghasilkan pohon pisang yang kurang memadai. Ciri bibit pisang yang baikm sebenarnya tidak perlu terlalu banyak yang di pertimbangkan, cukup anda lihat, besar batang dan juga bentuk batang. Jika busuk atau luka tentulah bukan bibit yang baik.

- Perhatikan Umur Bibit

Umur bibit pisang juga akan mempengaruh pertumbuhan, ini maksudnya adalah pertumbuhan batang dan pertumbuhan untuk berbuah. Jika anda mengambil bibit pisang yang masih kuncup atau yang panjangnya baru 1 atau 2 jengkal, ini tentu akan memakan waktu yang cukup lama untuk menunggu hingga berbuah.

Sebaiknya, ambil bibit pisang yang sudah berumur sekitar 3-4 bulan, memang akan lebih sulit menanamnya karena batang pohon pisang yang semakin besar. Namun dengan bibit yang lumayan besar, maka pertumbuhan akan semakin cepat dan berbuah juga akan lebih cepat.

- Perhatikan Tanah

Untuk yang selanjutnya adalah tanah, yang memang juga menjadi unsur penting dalam penanaman pohon pisang. Tanah yang memili unsur hara yang banyak, inilah tanah yang cocok untuk di tanami pohon pisang, namun jangan kuatir jika tanah anda merupakan tanah yang biasa saja tanpa unsur hara atau tanah kompos.

Kita bisa membuat tanah tersebut menjadi apik dan tandem jika di tanami pohon pisang. Disini jika tanah biasa saja, maka harus di beri pupuk yang mengandung unsur Pospat, pupuk apa saja mereknya yang penting mengandung unsur Posat, jika untuk menyuburkan tanah.

Anda juga bisa meggunakan pupuk kandang untuk menambah kesuburan tanah. 

- Penggalian Tanah

Untuk tanah yang gembur atau tidak terlalu keras, ini cukup menyenangkan karena anda tidak perlu menggali tanah terlalu dalam dan terlalu lebar. Ukuran lebar tanah dan dalamnya, tidak perlu dalam, hanya sedala sekitar 30 Cm dan lebar 30 Cm juga. Buat saja persegi 4 dengan ukuran 30 Cm semua termasuk kedalamannya.

Jika tanah agak keras, maka anda harus menggali lebih dalam, dengan ukuran 50 Cm lebar, panjang dan kedalamannya. Ini bukan di karenakan tanaman harus di tanam lebih dalam di tanah yang keras ya, namun anda harus menggemburkan sedikit tanah yang ada gali tersebut, lalu anda masukkan kembali bersamaan dengan pupuk sebagai nutrisi tambahan.

- Pupuk Tambahan

Ini masih berkaitan dengan Penggalian Tanah, pemberian pupuk bisa anda lakukan saat anda menggai tanah, makanya saya sarankan agar menggali tanah agak dalam sekitar 50 Cm baik di tanah yang gembur maupun yang keras. Ini di maksudkan, pupuk tambahan seperti pupuk kandang tersebut bisa anda masukkan kedalam lubang, lalu anda tutup dengan tanah sedikit kemudian baru anda memasukkan pohon pisang tersebut kedalam lubang.

Lalu di timbun akar bonggol pisang dengan tanah, dan usahankan tidak terlalu banyak menginjak tanah untuk memadatkannya, cukup 2-3 kali pijakan saja. Setelah itu, ita tinggal melakukan perawatan yang semestinya untuk tanaman buah pisang ini.

Sekian Semoga bermanfaar....
Sumber Informasi : Pengalaman Pribadi Penulis.